Kamis, 17 Oktober 2024

MEMBACA RUANG KREATIF DI JOMBANG

 Oleh : Inswiardi

 

Kekuatan kreatif dalam pandangan saya, selalu bersifat personal dan mendukung pengembangan individu dalam mencapai sesuatu. Kalo saya andaikan, kreatif itu ibarat daya  yang melekat dalam pribadi seseorang. Daya  itu hadir, ada, dan bisa diwujudkan dalam berbagai bentuk capaian. Dalam The Power, Rhonda Byrne menyampaikan bahwa daya kebahagiaan, kebaikan, dan apa pun yang kita butuhkan dalam hidup terdapat dalam diri kita semua. Daya itu sudah ada. Daya yang tak terbatas.

Saya jadi teringat ketika pembukaan worksop Branding Gagasan Kreatif Audio Vidio di hotel Front One Inn tanggal 22 Oktober lalu, Pak Indra Tirtana sebagai salah satu mentor, menyampaikan bahwa kreativitas merupakan sumberdaya yang tidak habis digali. Inilah yang akan dijadikan titik balik diskusi pada hari ini.


Menjadi bagian dari kekuatan kreatif Jombang, tentu sangat membahagiakan bagi pelaku kreatif. Ada kekuatan tak terlihat yang mendorong kita untuk membagi kekuatan kreatif bagi kota tercinta ini. Kekuatan pertama yang dirasakan hadir (diluar proses kreatif pribadi), adalah ketika  berkenalan dengan Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Perindustrian Kabupaten Jombang. Melalui bidang ini, kita dipertemukan dengan pelaku-pelaku ekonomi kreatif lainnya. Melalui bidang ini pula, perkenalan dengan Bekraf Pusat dimulai. Melalui bidang ini pula gagasan bidang kreatif didedahkan ke dalam 16 sub sektor menjadi ladang pengetahuan kita. Sungguh pertemuan yang tak terlupakan.

Momentum kedua yang tidak terlupakan, ketika kami menghimpun aneka pelaku dari 16 subsektor bidang kreatif untuk berkumpul, dan bercerita tentang banyak hal  satu sama lain. Perbincangan kala itu mengalir, tidak ada pembatasan tematik apa pun. Yang terjadi  antara pemahaman, gagasan, rencana strategis, keluhan, bertumpuk berkelindan menjadi pengikat rasa diantara sesama. Saya tidak bisa menyimpulkan hasil pertemuan kala itu, selain kita saling bertukar cerita dan membangun kerinduan untuk bertemu kembali.

Alhamdulillah, pertemuan kedua bisa dilaksanakan di Kampus STIE Dewantara.  Pertemuan ini menghadirkan narasumber dari Malang Creative Fusion. Sebuah cara untuk memberikan contoh  kepada pelaku bidang kreatif jombang, bahwa kekuatan kelembagaan menjadi tuntutan yang tidak terelakkan dalam mewujudkan  penataan energi kreatif. Sebuah cita-cita yang berujung kepada eksistensi Jombang sebagai kota kreatif, berjejaring dengan kota kreatif lainnya di Jawa Timur. Walhasil JCN atawa Jombang Creative Network menjadi kesepakatan di penghujung pertemuan.

Tidak sekedar kerinduan, pertemuan ketiga menjadikan JCN sebagai ruang yang kongkrit secara  hukum. Melalui sentuhan seorang Jalaludin Hambali, pertemuan dirajut di Hall PT. Telkom Jombang. Perbincangan yang singkat karena kesibukan peserta rapat menjadikan pertemuan difokuskan kepada target penyusunan AD/ART JCN .

Membincang AD/ART tidak semudah membalik telapak tangan. AD/ART ini menjadi muara teknis penyatuan impian, gagasan, bentuk, ekspresi, serta eksistensi dari 16 sub sektor dari bidang kreatif yang ada di Jombang. Tidak ingin gegabah dalam melangkah, maka menuju penyusunan AD/ART JCN, ada banyak hal yang mesti ditakar kembali. Termasuk  meletakkan pembayangan kedepan tentang ranah kreatif di meja yang sama. Dimulai dengan membaca ruang kreatif seperti apa yang hendak dimasuki.

Ada diskusi kecil yang digelar untuk mengantar pertemuan pagi ini. Diskusi hangat yang mencoba mengulik pembayangan ranah kreatif.  Seperti pemanasan untuk menuju diskusi besar pagi ini. Dari beberapa sentilan kecil, seperti ketakutan para pelaku kreatif saling bertubrukan dalam hal capaian besar satu sama lain, keterjebakan isu isu prgmatisme by project, meletakkan cara pandang antara pelaku kreatif dan pemerintah, hingga pada pertanyaan, pentingkah JCN bagi jombang, akhirnya kami bertemu pada sebuah simpulan awal, bahwa ada 5 arus besar yang akan menopang pengembangan bidang kreatif.

Pertama, Spirit berkarya atau pandangan filosofis maupun ideologis . Kedua, Proses kreatif. Ketiga, Karya yang dihasilkan. Keempat, ruang atau atmosfer. Kelima, tentang ekosistim kreatif.

Selamat berdiskusi.

 

 

Salam hormat.

(Tulisan ini disampaikan sebagai pengantar diskusi di Jombang Creative Network/ JCN di Kedai Sufi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengorganisasian Kesenian di Jombang dalam Upaya Rekontruksi, Revitalisasi, dan Eksperimentasi Kesenian*)

  Oleh : Inswiardi   Terima kasih yang mendalam kami sampaikan kepada Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, Dan Olah Raga Kabupaten Jomb...