Oleh : Inswiardi
Kekuatan kreatif dalam pandangan saya, selalu bersifat
personal dan mendukung pengembangan individu dalam mencapai sesuatu. Kalo saya
andaikan, kreatif itu ibarat daya yang
melekat dalam pribadi seseorang. Daya itu hadir, ada, dan bisa diwujudkan dalam
berbagai bentuk capaian. Dalam The Power, Rhonda Byrne menyampaikan bahwa daya
kebahagiaan, kebaikan, dan apa pun yang kita butuhkan dalam hidup terdapat
dalam diri kita semua. Daya itu sudah ada. Daya yang tak terbatas.
Saya jadi teringat ketika pembukaan worksop Branding
Gagasan Kreatif Audio Vidio di hotel Front One Inn tanggal 22 Oktober lalu, Pak
Indra Tirtana sebagai salah satu mentor, menyampaikan bahwa kreativitas
merupakan sumberdaya yang tidak habis digali. Inilah yang akan dijadikan titik
balik diskusi pada hari ini.
Menjadi bagian dari kekuatan kreatif Jombang, tentu
sangat membahagiakan bagi pelaku kreatif. Ada kekuatan tak terlihat yang
mendorong kita untuk membagi kekuatan kreatif bagi kota tercinta ini. Kekuatan
pertama yang dirasakan hadir (diluar proses kreatif pribadi), adalah
ketika berkenalan dengan Bidang Ekonomi
Kreatif Dinas Perindustrian Kabupaten Jombang. Melalui bidang ini, kita
dipertemukan dengan pelaku-pelaku ekonomi kreatif lainnya. Melalui bidang ini
pula, perkenalan dengan Bekraf Pusat dimulai. Melalui bidang ini pula gagasan
bidang kreatif didedahkan ke dalam 16 sub sektor menjadi ladang pengetahuan
kita. Sungguh pertemuan yang tak terlupakan.
Momentum kedua yang tidak terlupakan, ketika kami
menghimpun aneka pelaku dari 16 subsektor bidang kreatif untuk berkumpul, dan
bercerita tentang banyak hal satu sama
lain. Perbincangan kala itu mengalir, tidak ada pembatasan tematik apa pun.
Yang terjadi antara pemahaman, gagasan,
rencana strategis, keluhan, bertumpuk berkelindan menjadi pengikat rasa
diantara sesama. Saya tidak bisa menyimpulkan hasil pertemuan kala itu, selain
kita saling bertukar cerita dan membangun kerinduan untuk bertemu kembali.
Alhamdulillah, pertemuan kedua bisa dilaksanakan di
Kampus STIE Dewantara. Pertemuan ini
menghadirkan narasumber dari Malang Creative Fusion. Sebuah cara untuk
memberikan contoh kepada pelaku bidang
kreatif jombang, bahwa kekuatan kelembagaan menjadi tuntutan yang tidak terelakkan
dalam mewujudkan penataan energi kreatif.
Sebuah cita-cita yang berujung kepada eksistensi Jombang sebagai kota kreatif,
berjejaring dengan kota kreatif lainnya di Jawa Timur. Walhasil JCN atawa
Jombang Creative Network menjadi kesepakatan di penghujung pertemuan.
Tidak sekedar kerinduan, pertemuan ketiga menjadikan JCN sebagai
ruang yang kongkrit secara hukum.
Melalui sentuhan seorang Jalaludin Hambali, pertemuan dirajut di Hall PT.
Telkom Jombang. Perbincangan yang singkat karena kesibukan peserta rapat
menjadikan pertemuan difokuskan kepada target penyusunan AD/ART JCN .
Membincang AD/ART tidak semudah membalik telapak tangan.
AD/ART ini menjadi muara teknis penyatuan impian, gagasan, bentuk, ekspresi,
serta eksistensi dari 16 sub sektor dari bidang kreatif yang ada di Jombang.
Tidak ingin gegabah dalam melangkah, maka menuju penyusunan AD/ART JCN, ada
banyak hal yang mesti ditakar kembali. Termasuk
meletakkan pembayangan kedepan tentang ranah kreatif di meja yang sama.
Dimulai dengan membaca ruang kreatif seperti apa yang hendak dimasuki.
Ada diskusi kecil yang digelar untuk mengantar pertemuan
pagi ini. Diskusi hangat yang mencoba mengulik pembayangan ranah kreatif. Seperti pemanasan untuk menuju diskusi besar
pagi ini. Dari beberapa sentilan kecil, seperti ketakutan para pelaku kreatif
saling bertubrukan dalam hal capaian besar satu sama lain, keterjebakan isu isu
prgmatisme by project, meletakkan cara pandang antara pelaku kreatif dan
pemerintah, hingga pada pertanyaan, pentingkah JCN bagi jombang, akhirnya kami
bertemu pada sebuah simpulan awal, bahwa ada 5 arus besar yang akan menopang
pengembangan bidang kreatif.
Pertama, Spirit berkarya atau pandangan filosofis maupun
ideologis . Kedua, Proses kreatif. Ketiga, Karya yang dihasilkan. Keempat,
ruang atau atmosfer. Kelima, tentang ekosistim kreatif.
Selamat berdiskusi.
Salam hormat.
(Tulisan ini
disampaikan sebagai pengantar diskusi di Jombang Creative Network/ JCN di Kedai
Sufi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar